| (Dokumentasi pribadi) |
Jumat, 31 Desember 2021
SINOPSIS & REVIEW NOVEL ORANG-ORANG BIASA - ANDREA HIRATA
Minggu, 26 Desember 2021
SINOPSIS DAN REVIEW NOVEL AYAH - ANDREA HIRATA
| (dokumentasi pribadi) |
Berikut adalah sepenggal puisi yang dituliskan seorang bujang kepada pujaan hatinya dalam novel berjudul AYAH yang ditulis oleh Andrea Hirata pada Mei 2015. Novel ini mengisahkan kisah cinta yang cukup dramatis antara Sabari dan Lena serta besarnya cinta seorang Ayah terhadap anaknya.
Kisah ini bermula ketika Sabari, seorang pria polos sederhana yang menyukai seorang wanita cantik bernama Marlena, atau biasa dipanggil Lena. Lena merupakan cinta pertama dan terakhir Sabari saat sekolah dan saat dia hidup. Tidak ada yang dapat menggeser tahta Lena di hatinya. Namun apalah daya, Lena lebih memilih pria badboy daripada dirinya. Klise bukan? Eh tunggu dulu
Berbeda dengan Sabari yang culun, polos dan rajin belajar walau toh nilainya tetap pas-pasan. Lena adalah siswi cantik, keras kepala dan pemberani yang anti belajar apalagi ketika berpacaran dengan badboy sekolah. Namun Sabari tetap mencintainya. Menulis beribu-ribu puisi indah seperti yang kamu baca di atas kawan, hanya untuk Marlena.
Hingga dewasa, hati Sabari hanya untuk Lena. Bahkan ia rela dinikahkan dengan Lena yang tengah hamil agar si bayi punya bapak. Bahkan ia rela ketika Lena pergi meninggalkan ia dan si bayi berdua di gubuk sederhananya. Ia tetap mencintai Lena.
Namun kini hatinya mulai terbagi untuk si bayi mungil yang biasa ia panggil Zorro. Ketika Lena datang dan membawa pergi Zorro, hidup Sabari hancur. Ia seperti mayat hidup. Ia merindukan Zorro namun ia tetap mencintai Lena.
| (Foto from google) |
Sabtu, 18 Agustus 2018
Hujan
Jadi, di dalam cerita ini pasti ada Hero dan heroine, nah mereka adalah Esok dan Lail. Unik? Iya bener, nama mereka cukup unik. Mungkin agar saling melengkapi, karena arti dari nama lail adalah malam dan esok adalah ya, esok, pagi hari. Hahaha.
Awal cerita dimulai ketika terjadi letusan dari gunung yang tidak disangka dan menyebabkan kepunahan umat manusia setengahnya. Menghancurkan ekosistem dan merusak iklim. Lail adalah satu dari ribuan anak yang kehilangan orang tua, saudara dan keluarganya yang lain. Lail juga satu dari ribuan anak yang tiba2 menjadi yatim piatu dalam waktu beberapa menit. Gempa itu hanya sekejap. Seperti mimpi tapi nyata adanya.
Beruntung Lail memiliki seseorang yang membuatnya tidak goyah. Tidak menangisi semua yang terjadi. Ia adalah Esok. Sosok laki2 berusia dua tahun lebih tua dari Lail yang untuk kemudian menjadi seseorang yang amat berharga dalam hidupnya.
Novel ini juga menceritakan betapa mengerikannya efek pasca gempa. Mengingat iklim sudah bisa diprediksi, serta kecanggihan teknologi di tahun yang amat milineal, manusia dengan gampangnya membuat iklim sendiri yang justru memicu kehancuran bumi makin cepat.
Nah mari kita lihat dari sisi kehidupan Lail dan Esok. Esok yang amat cerdas memiliki orangtua angkat yang merupakan walikota dari kota tempat mereka tinggal. Beruntungnya Esok adalah anak yang cerdas sehingga dia mendapat beasiswa di universitas ternama dan mengerjakan proyek penting yang ternyata sangat berkaitan dengan hancurnya iklim bumi.
Sedangkan Lail bertemu dengan Maryam, gadis berambut kribo dengan selera humor tinggi di panti. Tempat berkumpul anak2 yang tidak punya keluarga pasca gempa. Lail dan Maryam menjadi relawan untuk membantu daerah2 terpencil yang sulit bertahan pasca gempa.
Bagaimana kisah cinta Lail dan Esok?
Ah, jangan berharap berlebihan.
Kisah cinta mereka tidak seperti di film2.
Kisah cinta mereka sangat tulus.
Karena Esok bersekolah di kota yang lain, ia hanya bisa berjumpa dengan Lail seminggu sekali dalam waktu tiga jam. Lalu ketika Esok masuk universitas, mereka hanya berjumpa sebulan sekali dalam waktu satu jam. Ketika Esok semakin sibuk dengan proyeknya mereka hanya bisa berjumpa satu tahun sekali dalam sejam dan kemudian hanya bisa telepon atau Videocall setahun sekali dalam sejam.
Kenapa tidak saling menghubungi dengan alat komunikasi yang pastinya sudah sangat canggih?
Ntahlah. Mungkin mereka takut merusak hubungan yang ada.
Tp itu juga membuat Lail salah paham dan nekat ingin melakukan suatu tindakan ektrem, ya, melupakan esok selama2nya. Semua kenangan tentang Esok, ingin dilupakannya. Semua kenangan yang menyakitkan.
Tapi cukup salut dngan sabar dan kuatnya Lail tidak bertemu dan tidak tahu kabar sebenernya dari orang yang paling ia sayang. Beda sekali bukan dengan anak2 zaman sekarang yang jika chat tidak dibalas dua menit saja sudah ngambek heheheh.
Tapi itu juga karena mereka bukan Esok dan Lail yang polos soal cinta :p
Ceritanya seru dan kayakny segitu aja kilasan yang bisa aku berikan. Karena g bakal seru kalo diceritain semuanya.
Biar waktu baca bukunya makin greget, cuss langsung beli bukunya untuk menemani waktu libur kamu .
Selasa, 04 April 2017
1000 start-up medan
Tanggal 25 Maret 2017, ignition 1000 start-up diadakan. Dilihat dari antrian masuk yang membludak, bisa dikatakan seminar ini cukup berhasil menarik perhatian dan kemauan anak muda medan untuk menjadi entrepreneur termasuk cukup tinggi. Salut dengan acara ini, terutama dengan Bung Kamto yang dari parasnya saja kita tahu bahwa beliau adalah keturunan tionghoa tapi mendedikasikan dirinya untuk Indonesia. Bahkan pria berkepala plontos itu ingin dirinya dipanggil Bung, bukan koko.
Ignition kali ini diperuntukkan untuk mengubah pola pikir dari anak-anak muda di kota medan untuk tidak menjadi pegawai, tapi jadilah pengusaha. Indonesia akan menjadi negara yang maju dan tidak kalah dengan Singapura bila banyak pengusaha yang otomatis akan mengurangi pengangguran di Indonesia.
Hal yang paling saya ingat adalah jika ingin memulai start-up adalah jangan pernah berpikir untuk meraup keuntungan banyak di awal. Jangan pernah berpikir tentang uang di awal kita memulai start-up. Kita juga harus siap dengan penolakan, kita harus siap jatuh berkali-kali. Tapi bagi seorang entrepreneurship, setiap satu kegagalan, berarti kita sudah lebih baik dari sebelumnya. Dengan syarat, kita jatuh ke depan yang artinya, kegagalan kita memberikan banyak pelajaran berarti.
Memulai start-up berarti kita membantu untuk menyelesaikan masalah yang ada. Ingat gojek? Seiring dengan berkembangnya zaman, kita bisa memesan transportasi dari rumah. Aman, murah, cepat dan memuaskan. Permasalahan simpel, missal dengan banyaknya lahan-lahan kosong milik perorangan yang tidak dibangun apapun diatasnya, sementara di sisi lain ada beberapa petani yang tidak punya lahan dan terpaksa bekerja di lahan orang lain, ditambah lagi pasokan makanan yang permintaannya semakin tinggi, membuat iGrow muncul. Menghubungkan antara petani dan pemilik lahan, sehingga permasalahan tersebut terselesaikan.
Atau mengingat banyaknya kebutuhan darah di rumah sakit, tetapi PMI pun kerap kali kekurangan darah, makan terbentuklah reblood. Menghubungkan mereka yang ingin menyumbangkan darah bekerja sama dengan PMI. Bahkan reblood yang berasal dari kota Surabaya ini sangat didukung gerakannya oleh Bu Risma, walikota Surabaya. Reblood bahakan sudah bekerja sama dengan Disney Indonesia dengan memberikan voucher nonton film Disney bagi yang mendonorkan darah mereka selama promo masih ada. Benar-benar kerja keras tidak akan mengkhianati hasil.
Untuk memulai start-up, terutama dengan tim, kita harus benar-benar komitmen. Pengalaman dari pendiri reblood, yang awalnya berjumlah 5 orang, kompak, namun kita semua pasti tau untuk merintis seuatu di awal pasti sangat sulit, menyisakan satu orang. Carilah tim yang benar-benar mempunyai visi dan misi yang sama, carilah orang yang benar-benar berkomitmen penuh dengan apa yang akan dibangun dan carilah mereka yang dapat dipercaya dan memiliki jiwa tahan banting. Untuk memulai start-up, kita juga harus menyiapkan target pasar serta menonjolkan ciri khas produk atau jasa yang kita jual.
Dan yang paling berkesan adalah kutipan yang dibagikan di ignition, berbunyi kira-kira begini “Lebih baik mendapat 100 konsumen dan bahagia, daripada mendapat lebih dari 100 tapi tidak semua bahagia”
Kamis, 12 Januari 2017
Rembulan Tenggelam di Wajahmu
Senin, 12 Desember 2016
Berjuta Rasanya
Berjuta Rasanya
Percayalah, hal yang paling menyedihkan bukanlah ketika kita sedih dan tidak ada seorang pun di sisi kita. Tapi ketika kita senang, dan kita tidak punya seorang pun untuk berbagi kebahagiaan ituBener bangeeettt kalo dipikir-pikir.
Ketika kita sedih atau terjatuh dalam hidup, kita tidak punya teman berbagi itu menyakitkan.
Wajar bila tidak semua orang bisa menerima berita buruk yang kita bawa.
Tapi bukankah lebih sedih lagi ketika kita ingin bercerita hal yang membahagiakan kita juga tidak punya teman. Semua orang pasti senang mendengar berita bahagia atau sekedar cerita yang kita anggap lucu dan membuat kita bahagia.
Dan kita tidak bisa berbagi?
duh kasian sekali rasanya.
Karena cerita lucu yang kita punya akan terasa lebih lucu ketika kita membaginya dan menertawakan hal itu bersama-sama
is it right?
hahahahah
Kamis, 01 Desember 2016
Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin
ini awal bulan desember.
Bulan di penghujung tahun!
Baiklah selama satu bulan ini aku ingin berbagi cerita mengenai buku-buku yang sudah aku baca.
there's sooo many.
Here we goooo~~~~
Cara Mengurus SKCK di Batam
Hello Fellas !! Ingin buat SKCK tapi bingung gimana caranya? Yuk simak ceritaku dibawah ya! Aku bakal ceritain pengalaman aku mengurus Sura...
-
"Kecerdasan itu misterius, Laila.." (Dokumentasi pribadi) Novel Guru Aini, dengan 294 halaman merupakan karya Andrea Hirata...
-
Hello Fellas !! Gimana sih cara urus Surat Pindah ?? Sudah bertahun-tahun tinggal di kota lain, namun KTP masih menggunakan alamat lama? I...
-
Hello Fellas !! Ingin buat SKCK tapi bingung gimana caranya? Yuk simak ceritaku dibawah ya! Aku bakal ceritain pengalaman aku mengurus Sura...

