Senin, 03 Januari 2022

SINOPSIS & REVIEW NOVEL GURU AINI - ANDREA


 "Kecerdasan itu misterius, Laila.."


(Dokumentasi pribadi)



    Novel Guru Aini, dengan 294 halaman merupakan karya Andrea Hirata yang diterbitkan pada Februari 2020 dan dicetak oleh Bentang Pustaka. Andrea Hirata mempersembahkan novel ini untuk Ibu Guru Marlis yang saya anggap merupakan guru beliau dahulu.

    Novel ini mengangkat tema pendidikan, terutama di bidang matematikia dan menceritakan tentang Bu Desi Istiqomah binti Zainuddin. Dimana sedari muda beliau sangat ingin menjadi guru matematika seperti gurunya dahulu. Semangatnya berapi-api. Bahkan ketika semua orang menyepelekan pekerjaan mulia itu, Ibu Desi tak gentar. Hanya Ayah tercintanya yang mendukung penuh keputusan anaknya. Saat pembagian tugas penempatan kerja, Ibu Desi dengan murah hati menukar tempatnya dengan temannya. Dengan bangga ia pergi ke Tanjong Hampar, karena itu merupakan cita-citanya untuk menjadi guru matematika di pelosok Indonesia.
    
    Ibu Desi menjadi guru matematika yang sangat dihormati di daerah itu. Ia juga dikenal cukup eksentrik. Kenapa? Itu karena sepatu olahraga putih bergaris merah yang selalu ia kenakan. Sepatu itu hadiah dari Ayahnya dan merupakan sumpahnya. Ya, beliau bersumpah untuk tidak menggantinya jika belum menemukam murid cerdas matematika. Beliau terus memakainya hingga sepatu itu tua dan lusuh. Begitulah kuatnya idealisme Ibu Desi.

    Karena ketegasan dan kepandaian beliau dalam matematika serta sifatnya yang eksentrik, Ibu Desi mendapat julukan baru dari anak murid. Mereka memanggilnya Ibu Desi Mal. Karena kelas yang dimasuki oleh Ibu itu serasa di neraka bagi yang tak paham matematika.

    Adapun Aini, salah satu murid di sekolah tempat Ibu Desi mengajar yang mengambil tindakan yang dianggap gila bagi teman-temannya. Yup, ia minta dipindahkan ke kelas Ibu Desi. Padahal, Aini merupakan siswa penghuni bangku belakang yang nilai-nilai mata pelajarannya cukup rendah. Apalagi pelajaran matematika. Melihat gurunya masuk saja, perut Aini sudah sakit melilit. Karena itu ia dianggap tidak waras oleh teman-temannya.

    Tapi Aini tak peduli. Baginya jika bukan dengan Ibu Desi, seumur hidup ia tidak akan pandai matematika. Mengapa Aini mengambil resiko besar itu? 

Hal itu karena ayahnya yang sakit dan ketika diperiksa, dokter di tempat mereka tinggal mengatakan bahwa ayahnya hanya bisa disembuhkan oleh dokter ahli. Karena itu ia ingin menjadi dokter ahli. Dan ia harus pandai matematika. Sebuah keinginan yang mulia. 

    Aini gila karena setiap yang dijelaskan Bu Desi ia tak paham dan Bu Desi juga gila dengan betapa bodohnya Aini. Aini bahkan nekat datang ke rumah ibu Desi untuk belajar privat. Walau awalnya ditolak, akhirnya Bu Desi menyetujuinya. 
    
    Kebodohan Aini berhasil ditaklukkan oleh Bu Desi dengan integral. Aini paham, dan ia akhirnya selamat dari paranoia matematika. Kisah selanjutnya adalah mengenai Aini yang lulus dan butuh uang untuk masuk fakultas Kedokteran yang kelanjutan ceritanya sendiri bisa dibaca di Novel "Orang-Orang Biasa".

    Cerita yang cukup menggugah semangat. Bu Desi yang sesuai namanya, Istiqomah, berpegang teguh pada sumpahnya serta Aini yang berani mengambil langkah luar biasa menghadapi ketakutannya. Di dalam novel ini kita dapat membaca idiom-idiom indah mengenai matematika. Perumpamaan yang puitis mengenai matematika. 


Jumat, 31 Desember 2021

SINOPSIS & REVIEW NOVEL ORANG-ORANG BIASA - ANDREA HIRATA


"Berjualan buku di negeri yang penduduknya tidak suka membaca adalah tindakan heroik" 
"... tetap bertahan dengan idealisme, dan semakin idealis dia, semakin melarat dia"

(Dokumentasi pribadi)

    Kalimat ironi tersebut ditujukan untuk Debut Awaluddin, seorang siswa yang idealis yang tetap membuka toko buku di kota kecil pinggir laut, Belantik. Debut, atau biasa dianggap sebagai pemimpin sepuluh sekawan yang terdiri dari Nihe, Junilah, Tohirin, Sobri, Honorun, Handai, Dinah, Rusip dan Salud. Sepuluh sekawan penghuni bangku belakang di kelas. Kecuali Debut, sembilan temannya benar-benar butuh pertolongan di setiap pelajaran.

    Kisah ini menceritakan tentang Aini, anak sulung Dinah yang ternyata memiliki tekad luar biasa untuk belajar sehingga dapat lulus di fakultas kedokteran. Tekad itu ia dapatkan karena melihat ayahnya yang sekarat dan hanya dapat disembuhkan oleh dokter ahli. 

    Namun tidak seperti novel biasanya yang menunjukkan kemudahan yang didapat setelah perjuangan luar biasa, di novel ini kita dipaksa realistis bahwa sekearas apapun perjuangan dalam usaha untuk sekolah tinggi pasti ada benturan di ekonomi. Sama seperti Dinah yang begitu bangga anaknya bisa lulus namun harus menelan pil pahit kemiskinan bahwa ia hanya seorang pedagang mainan kaki lima. Begitu besar biaya yang diperlukan agar Aini, anaknya dapat sekolah kedokteran. Sebuah prestasi hebat di antar hal biasa yang ia miliki.

    Dinah mencari pinjaman kesana kemari. Berharap ada yang mau meminjamkannya dan ia berjanji seumur hidup akan melunasi. Yah, tapi bagaimana orang mau meminjamkan puluhan juta jika tak ada jaminan? Bahkan ke rentenir pun Dinah ditolak.

    Lalu apa peran sepuluh sekawan tadi dalam hidup Aini? 

    Sepuluh sekawan itu merupakan teman-teman Dinah, ibunya. Mereka berperan penting dalam untuk memenuhi biaya sekolah kedokteran Aini. Mereka, sepuluh sekawan dengan nilai bobrok zaman sekolah sungguh takjub, bahwasanya anak Dinah, teman mereka yang langganan sakit perut ketika pelajaran matematika bisa lulus fakultas kedokteran.

Apa yang mereka lakukan ?

    Novel orang-orang biasa ini bagus. Plot twist yang membuat saya terperangah saat menyelesaikannya cukup mendebarkan. Seperti khasnya andrea hirata yang suka membuat kalimat-kalimat yang menurut saya lucu dan juga ironi, di novel ini juga banyak kita temukan. Contohnya ketika menceritakan wajah Salud yang aneh : 
"Demikian mengerikan sehingga jiwa Wali Kelas  ibu Tri Wulan tertekan setiap kali melihat wajahnya. Diambilnya suatu keputusan yang elegan. Salud! Mulai sekarang kau duduk di bangku paling belakang sana!"  

Nah kawan, aku tidak ingin merusak bagian bagusnya. Pergilah ke toko buku atau perpustakaan online untuk membaca buku ini secara resmi agar dapat merasakan deja vu nya.



Selamat membaca ~~~









Minggu, 26 Desember 2021

SINOPSIS DAN REVIEW NOVEL AYAH - ANDREA HIRATA

"Rindu yang kulirikkan dalam nyanyian
Rindu yang kusembunyikan dalam lukisan
Rindu yang kusiratkan dalam tulisan
Sudahkah kau temukan?"


(dokumentasi pribadi)


    Berikut adalah sepenggal puisi yang dituliskan seorang bujang kepada pujaan hatinya dalam novel berjudul AYAH yang ditulis oleh Andrea Hirata pada Mei 2015. Novel ini mengisahkan kisah cinta yang cukup dramatis antara Sabari dan Lena serta besarnya cinta seorang Ayah terhadap anaknya.

    Kisah ini bermula ketika Sabari, seorang pria polos sederhana yang menyukai seorang wanita cantik bernama Marlena, atau biasa dipanggil Lena. Lena merupakan cinta pertama dan terakhir Sabari saat sekolah dan saat dia hidup. Tidak ada yang dapat menggeser tahta Lena di hatinya. Namun apalah daya, Lena lebih memilih pria badboy daripada dirinya. Klise bukan? Eh tunggu dulu

    Berbeda dengan Sabari yang culun, polos dan rajin belajar walau toh nilainya tetap pas-pasan. Lena adalah siswi cantik, keras kepala dan pemberani yang anti belajar apalagi ketika berpacaran dengan badboy sekolah. Namun Sabari tetap mencintainya. Menulis beribu-ribu puisi indah seperti yang kamu baca di atas kawan, hanya untuk Marlena.

    Hingga dewasa, hati Sabari hanya untuk Lena. Bahkan ia rela dinikahkan dengan Lena yang tengah hamil agar si bayi punya bapak. Bahkan ia rela ketika Lena pergi meninggalkan ia dan si bayi berdua di gubuk sederhananya. Ia tetap mencintai Lena.

    Namun kini hatinya mulai terbagi untuk si bayi mungil yang biasa ia panggil Zorro. Ketika Lena datang dan membawa pergi Zorro, hidup Sabari hancur. Ia seperti mayat hidup. Ia merindukan Zorro namun ia tetap mencintai Lena.

(Foto from google)

    Cerita yang cukup ironi. Karena sampai Sabari meninggal dunia, ia tetap tidak bisa mendapat cinta Lena. Padahal sudah begitu banyak pengorbanan yang ia berikan. Lena sungguh wanita berkepribadian keras. Sedikitpun ia tak berempati terhadap Sabari. Menurut saya, Lena juga wanita yang cukup jahat karena tega meninggalkan anaknya yang masih bayi, berdua dengan Sabari. Bahkan Sabari bukan ayah kandungnya dan perekonomiannya juga belum baik. Disini saya juga menyayangkan sikap dari keluarga Lena yang cukup berada, namun tidak memberi bantuan finansial untuk cucunya. Di novel memang tidak dijelaskan secara rinci.

    Di novel ini kita akan disuguhkan puisi-puisi indah yang menentramkan hati. Karena dari puisi itu, karakter Sabari yang tulus dapat dirasakan. Novel ini memiliki alur maju-mundur. Mengajak kita, para pembaca untuk berada di masa lalu namun di bab berikutnya kita berada di masa sekarang dan masa depan. Cukup menarik dan tidak membosankan.

    Novel Ayah, juga menceritakan tentang tulusnya persahabatan. Persahabatan Sabari dengan teman-temannya, Ukun dan Tamat yang membantu untuk mencari anaknya karena tak kuasa melihat sahabatnya menjadi gila dan tidak semangat hidup.

    Seperti kebanyakan novel Andrea Hirata lainnya, novel Ayah juga menyajikan lelucon-lelucon ringan di dalamnya. Contohnya ketika teman Sabari bertanya mengapa ia dapat mengucapkan ijab kabul dengan cepat, lugas dan hanya sekali saja. Dengan tenang Sabari menjawab bahwa ia telah menghafal kata ijab kabul dengan Lena sejak kelas tiga SMP :D.

    Nah, begitulah sedikit intipan dari Novel Ayah karya Andrea Hirata ini. Mengingat beliau tidak meletakkan sedikit cuplikan cerita di sampul belakang novel seperti kebanyakan. Atau, ini salah satu teknik marketing? Hehehe

Ayo, dibaca full bukunya karena ada kejutan-kejutan yang tidak kita sangka.



Selamat Membacaaa ~~~~






Sabtu, 18 Agustus 2018

Hujan



Hujan

"Peluklah Kenangan pahit itu. 
Yang kamu perlukan hanya menerimanya." 




                 Novel hujan karya Tere Liye adalah yang paling aku suka. Novel ini berkisah tentang bencana alam, kemajuan teknologi di masa depan, persahabatan, keikhlasan dan cinta ....
Jadi, di dalam cerita ini pasti ada Hero dan heroine, nah mereka adalah Esok dan Lail. Unik? Iya bener, nama mereka cukup unik. Mungkin agar saling melengkapi, karena arti dari nama lail adalah malam dan esok adalah ya, esok, pagi hari. Hahaha.

                        Awal cerita dimulai ketika terjadi letusan dari gunung yang tidak disangka dan menyebabkan kepunahan umat manusia setengahnya. Menghancurkan ekosistem dan merusak iklim. Lail adalah satu dari ribuan anak yang kehilangan orang tua, saudara dan keluarganya yang lain. Lail juga satu dari ribuan anak yang tiba2 menjadi yatim piatu dalam waktu beberapa menit. Gempa itu hanya sekejap. Seperti mimpi tapi nyata adanya. 

Beruntung Lail memiliki seseorang yang membuatnya tidak goyah. Tidak menangisi semua yang terjadi. Ia adalah Esok. Sosok laki2 berusia dua tahun lebih tua dari Lail yang untuk kemudian menjadi seseorang yang amat berharga dalam hidupnya.

Novel ini juga menceritakan betapa mengerikannya efek pasca gempa. Mengingat iklim sudah bisa diprediksi, serta kecanggihan teknologi di tahun yang amat milineal, manusia dengan gampangnya membuat iklim sendiri yang justru memicu kehancuran bumi makin cepat. 

Nah mari kita lihat dari sisi kehidupan Lail dan Esok. Esok yang amat cerdas memiliki orangtua angkat yang merupakan walikota dari kota tempat mereka tinggal. Beruntungnya Esok adalah anak yang cerdas sehingga dia mendapat beasiswa di universitas ternama dan mengerjakan proyek penting yang ternyata sangat berkaitan dengan hancurnya iklim bumi. 

Sedangkan Lail bertemu dengan Maryam, gadis berambut kribo dengan selera humor tinggi di panti. Tempat berkumpul anak2 yang tidak punya keluarga pasca gempa. Lail dan Maryam menjadi relawan untuk membantu daerah2 terpencil yang sulit bertahan pasca gempa.

Bagaimana kisah cinta Lail dan Esok? 
Ah, jangan berharap berlebihan.
Kisah cinta mereka tidak seperti di film2. 
Kisah cinta mereka sangat tulus.
Karena Esok bersekolah di kota yang lain, ia hanya bisa berjumpa dengan Lail seminggu sekali dalam waktu tiga jam. Lalu ketika Esok masuk universitas, mereka hanya berjumpa sebulan sekali dalam waktu satu jam. Ketika Esok semakin sibuk dengan proyeknya mereka hanya bisa berjumpa satu tahun sekali dalam sejam dan kemudian hanya bisa telepon atau Videocall setahun sekali dalam sejam.

Kenapa tidak saling menghubungi dengan alat komunikasi yang pastinya sudah sangat canggih? 
Ntahlah. Mungkin mereka takut merusak hubungan yang ada. 
Tp itu juga membuat Lail salah paham dan nekat ingin melakukan suatu tindakan ektrem, ya, melupakan esok selama2nya. Semua kenangan tentang Esok, ingin dilupakannya.  Semua kenangan yang menyakitkan. 

Tapi cukup salut dngan sabar dan kuatnya Lail tidak bertemu dan tidak tahu kabar sebenernya dari orang yang paling ia sayang. Beda sekali bukan dengan anak2 zaman sekarang yang jika chat tidak dibalas dua menit saja sudah ngambek heheheh.
Tapi itu juga karena mereka bukan Esok dan Lail yang polos soal cinta :p  

Ceritanya seru dan kayakny segitu aja kilasan yang bisa aku berikan. Karena g bakal seru kalo diceritain semuanya. 
Biar waktu baca bukunya makin greget, cuss langsung beli bukunya untuk menemani waktu libur kamu . 


Selasa, 04 April 2017

1000 start-up medan

1000 Start-Up Medan

Tanggal 25 Maret 2017, ignition 1000 start-up diadakan. Dilihat dari antrian masuk yang membludak, bisa dikatakan seminar ini cukup berhasil menarik perhatian dan kemauan anak muda medan untuk menjadi entrepreneur termasuk cukup tinggi. Salut dengan acara ini, terutama dengan Bung Kamto yang dari parasnya saja kita tahu bahwa beliau adalah keturunan tionghoa tapi mendedikasikan dirinya untuk Indonesia. Bahkan pria berkepala plontos itu ingin dirinya dipanggil Bung, bukan koko.
Ignition kali ini diperuntukkan untuk mengubah pola pikir dari anak-anak muda di kota medan untuk tidak menjadi pegawai, tapi jadilah pengusaha. Indonesia akan menjadi negara yang maju dan tidak kalah dengan Singapura bila banyak pengusaha yang otomatis akan mengurangi pengangguran di Indonesia.
Hal yang paling saya ingat adalah jika ingin memulai start-up adalah jangan pernah berpikir untuk meraup keuntungan banyak di awal. Jangan pernah berpikir tentang uang di awal kita memulai start-up. Kita juga harus siap dengan penolakan, kita harus siap jatuh berkali-kali. Tapi bagi seorang entrepreneurship, setiap satu kegagalan, berarti kita sudah lebih baik dari sebelumnya. Dengan syarat, kita jatuh ke depan yang artinya, kegagalan kita memberikan banyak pelajaran berarti.
Memulai start-up berarti kita membantu untuk menyelesaikan masalah yang ada. Ingat gojek? Seiring dengan berkembangnya zaman, kita bisa memesan transportasi dari rumah. Aman, murah, cepat dan memuaskan. Permasalahan simpel, missal dengan banyaknya lahan-lahan kosong milik perorangan yang tidak dibangun apapun diatasnya, sementara di sisi lain ada beberapa petani yang tidak punya lahan dan terpaksa bekerja di lahan orang lain, ditambah lagi pasokan makanan yang permintaannya semakin tinggi, membuat iGrow muncul. Menghubungkan antara petani dan pemilik lahan, sehingga permasalahan tersebut terselesaikan.
Atau mengingat banyaknya kebutuhan darah di rumah sakit, tetapi PMI pun kerap kali kekurangan darah, makan terbentuklah reblood. Menghubungkan mereka yang ingin menyumbangkan darah bekerja sama dengan PMI. Bahkan reblood yang berasal dari kota Surabaya ini sangat didukung gerakannya oleh Bu Risma, walikota Surabaya. Reblood bahakan sudah bekerja sama dengan Disney Indonesia dengan memberikan voucher nonton film Disney bagi yang mendonorkan darah mereka selama promo masih ada. Benar-benar kerja keras tidak akan mengkhianati hasil.
Untuk memulai start-up, terutama dengan tim, kita harus benar-benar komitmen. Pengalaman dari pendiri reblood, yang awalnya berjumlah 5 orang, kompak, namun kita semua pasti tau untuk merintis seuatu di awal pasti sangat sulit, menyisakan satu orang. Carilah tim yang benar-benar mempunyai visi dan misi yang sama, carilah orang yang benar-benar berkomitmen penuh dengan apa yang akan dibangun dan carilah mereka yang dapat dipercaya dan memiliki jiwa tahan banting. Untuk memulai start-up, kita juga harus menyiapkan target pasar serta menonjolkan ciri khas produk atau jasa yang kita jual.
Dan yang paling berkesan adalah kutipan yang dibagikan di ignition, berbunyi kira-kira begini “Lebih baik mendapat 100 konsumen dan bahagia, daripada mendapat lebih dari 100 tapi tidak semua bahagia”

Kamis, 12 Januari 2017

Rembulan Tenggelam di Wajahmu


 
            Bercerita tentang seorang anak dari panti asuhan bernama Rehan yang memiliki kesempatan untuk mengetahui lima pertanyaan yang sering ia utarakan dalam hidupnya.
‘Apakah cinta itu? Apakah hidup ini adil? Apakah kaya adalah segalanya? Apakah kita memiliki pilihan hidup? Apakah makna kehilangan?’
           
             Rembulan Tenggelam di Wajahmu, merupakan dunia fantasi yang dibuat oleh Tere Liye tentang perjalanan hidup. Dimana hanya ada satu rumus dalam hidup, semua urusan ini adalah sederhana. Cerita dikemas dengan alur kilas balik. Tampaknya Tere Liye sangat menyukai plot ini. 

             Kita sering bertanya dalam hidup, kenapa sih aku gak lulus masuk universitas A? Kenapa aku ga bisa pergi sesukaku? Kenapa aku harus ketemu sama orang yang menyebalkan kayak dia? Kenapa aku harus tinggal disini? Kenapa harus aku ya Tuhan?
Mungkin masih banyak pertanyaan lainnya. Dan dalam novel ini, benar-benar menyentil banget soal pertanyaan itu. Tapi disertai jawaban dan penjelasannya. Waktu aku baca, aku benar-benar ngerasa buku ini ‘nampar banget’.  Soalnya selalu ada alasan dalam setiap kejadian. Well, emang banyak yang bilang selalu ada hikmah di balik semua yang terjadi. Tapi Tere Liye menjelaskannya lebih ngena kalau menurutku.
 


So, the story goes~~

            Rehan sudah lelah dengan hidupnya di Panti Asuhan dengan pemiliki panti yang culas. Dengan kepribadian sok suci di hadapan orang banyak dan bersikap biadap di depan anak-anak panti. Bapak pemilik panti itu tega mengambil semua uang dari donator untuk kepentingan pribadinya: naik haji!. Tak peduli uang itu miliknya bukan, yang penting ia dapat pergi ke tanah suci. Dan Rehan amat membencinya. Sering ia bertanya, mengapa harus di panti asuhan itu? Ada begitu banyak panti asuhan di kota tempat ia tinggal. Mengapa harus di sini? 

            Dan jawabannya adalah karena Diar. Teman sekamar Rehan di panti asuhan. Alasan Rehan ada di panti asuhan itu adalah karena Diar. Benar kata Tere Liye, hidup manusia penuh dengan sebab-akibat. Kehidupanmu memengaruhi kehidupan orang lain, bagai sekumpulan benang yang berpilin, indah, tidak rumit.

            Lalu ketika Rehan pergi dari panti asuhan yang baginya terkutuk itu, ia sempat tinggal di rumah singgah di luar kota. Disinilah pertanyaan Ray-yang mengganti namanya-Apakah hidup ini adil?

            Hal itu dikarenakan ketika semua sudah berjalan dengan baik dan lancar, ketika ia telah menemukan keluarga baru dan mulai menikmati hidupnya, tragedi itu lagi-lagi datang. Menghancurkan hidupnya seakan semua hanya mimpi. Ray terlibat perkelahian dengan preman pasar dan berbuntut panjang. Membahayakan keluarga barunya, sehingga Ray memutuskan pergi.

            Ray mulai lelah dengan hidupnya ketika ia bertemu dengan Plee dan diajak berkomplot untuk mencuri permata. Dan dari pertemuan dengan Plee lah, Ray mulai mengerti akan masa lalunya. Di bab ini diceritakan bahwa hidup benar-benar hanya selebar daun kelor dan takdir ternyata tak dapat dihindari. Plee dan Ray punya keterkaitan dalam hidup. Terutama di masa lalu.

            Dalam aksi pencuriannya Plee menyelamatkan Ray dan dihukum gantung. Ray tak sanggup menemui Plee di penjara dan Ray tak tahan ada di kota itu lebih lama lagi. Makai a pergi dengan naik kereta. Di kereta inilah, di gerbong makan, Ray melihat seorang gadis. Gadis yang amat elok dengan tatapan mata sendu memandang keluar jendela. Ah, Ray jatuh cinta rupanya.

            Ray bekerja sebagai buruh bangunan. Ternyata takdir baik kepada dirinya kali ini. Ia bertemu dengan gadis di gerbong kereta itu lagi. Ray mengikutinya ke rumah sakit. Melihatnya bercengkrama dengan anak-anak, mengantarnya pulang. Hanya Ray yang banyak bercerita. Gadis itu hanya diam. Hubungan mereka hanya sebatas itu. Tak lebih. Lalu ketika Ray diundang ke rumah gadis itu tiap malam Rabu dan malam Sabtu, pada pukul tujuh hingga sembilan malam. Dan rutinitas mereka hanya membuat pudding pisang bersama, memakannya dan Ray pulang. Hanya itu. Tak lebih.

            Lalu suatu hal yang mengerikan terjadi. Ray mengetahui sesuatu tentang gadis bergigi kelinci itu. Ray amat sakit hati. Namun pada akhirnya mereka menikah. Bagi mereka, pernikahan ini merupakan benar-benar lembaran hidup yang baru. Melupakan masa lalu mereka. Ah ya, saat-saat masa sulit, Ray suka melihat rembulan. Dan selama 3 tahun menikah dengan istrinya, Ray mulai lupa kebiasaannya itu. Namun, bukan hidup bila semua berjalan sesuai rencana …

            Istri Ray meninggal saat melahirkan. Menyedihkan. Mengapa begitu tega Tuhan mengambil istrinya? Kebahagiaan dalam hidupnya? Hidup Ray mulai hampa. Ia meniti bisnis dan ternyata hasilnya sangat sukses. Ray hidup sebagai pengusaha sukses dengan hati kosong. Ternyata kekayaan tidak bisa menghapus kehampaan dirinya.

            Lalu Ray mulai sakit-sakitan. Ia sendiri, tak punya sanak keluarga. Hanya Jo, asistennya yang setia menemaninya. Ray mulai lelah. Ia membiarkan takdir mempermainkannya. Ray sering bolak-balik masuk rumah sakit. Seminggu di rumah sakit, dua minggu di rumah lalu ia sakit lagi. Mengapa ia terus merasakan sakit yang berkepanjangan?

Well, semua punya alasannya dan itu semua berdampak pada hidup orang lain. Mungkin saja kita tidak lulus di universitas A agar kita masuk universitas B dan bertemu dengan teman kita yang sekarang. Mungkin karena kitalah ia berubah ke arah yang lebih baik. Who knows?

Epilognya amat misterius. Aku tidak tau apa pada akhirnya Ray melakukan hal yang disarankan oleh ‘orang itu?’ Ini membuat pembaca bertanya-tanya. Hhahah tapi aku cukup menyukainyya :3. Jadi ingin tau apa jawaban – jawaban untuk pertanyaan Ray? Check it out guys~
Read that amazing book :D   

Senin, 12 Desember 2016

Berjuta Rasanya



Berjuta Rasanya


Masi buku karangan Tere Liye !! >,,<
Kali ini bukunya berisi tentang banyak cerpen.
Jadi dalam satu buku, kita akan menemukan banyak cerita yang berbeda-beda.
Lumayan, buat yang baru-baru suka baca buku.
Karena bukan novel, jadi kemungkinan lupa cerita semakin sedikit :p.

Jadi dalam buku ini ada 15 judul cerpen dengan tebal buku 205 halaman. 
Ada yang bercerita tentang persahabatan, hidup dan yup, apalagi kalau bukan masalah hati, cinta .....


Image result for berjuta rasanya



Ada dua cerpen yang paling aku suka.
Yang pertama berjudul 'Bila Semua Wanita Cantik'.
Cerpen ini menceritakan bagaimana sebenernya definisi cantik itu.
Bagaimana bila semua wanita cantik, dan hal itu malah membuat cantik itu sendiri menjadi suatu hal yang biasa.
Bagaimana bila semua wanita berwajah tirus, putih, kaki jenjang, rambut panjang hitam legam, bulu mata lentik, mata besar, dan sebagainya-sebagainya.
Tentu saja definisi 'cantik' itu akan berubah.
Well, karena saya cewek, Cerpen ini benar-benar mengena. hahahah
Intinya adalah jadi dirimu sendiri. 
Banggalah pada diri sendiri.
Karena cantik sebenarnya memiliki begitu banyak definisi.

Yang kedua berjudul 'Joni dan Doni'.
Ceritanya pendek.
Awanya terkesan membosankan.
Namun di akhir cerita, ada kata-kata yang sangat mengena.
Percayalah, hal yang paling menyedihkan bukanlah ketika kita sedih dan tidak ada seorang pun di sisi kita. Tapi ketika kita senang, dan kita tidak punya seorang pun untuk berbagi kebahagiaan itu
Bener bangeeettt kalo dipikir-pikir.
Ketika kita sedih atau terjatuh dalam hidup, kita tidak punya teman berbagi itu menyakitkan.
Wajar bila tidak semua orang bisa menerima berita buruk yang kita bawa.

Tapi bukankah lebih sedih lagi ketika kita ingin bercerita hal yang membahagiakan kita juga tidak punya teman. Semua orang pasti senang mendengar berita bahagia atau sekedar cerita yang kita anggap lucu dan membuat kita bahagia.
Dan kita tidak bisa berbagi?
duh kasian sekali rasanya.
Karena cerita lucu yang kita punya akan terasa lebih lucu ketika kita membaginya dan menertawakan hal itu bersama-sama
is it right?
hahahahah

Cara Mengurus SKCK di Batam

Hello Fellas !! Ingin buat SKCK tapi bingung gimana caranya?  Yuk simak ceritaku dibawah ya! Aku bakal ceritain pengalaman aku mengurus Sura...