Kamis, 12 Januari 2017

Rembulan Tenggelam di Wajahmu


 
            Bercerita tentang seorang anak dari panti asuhan bernama Rehan yang memiliki kesempatan untuk mengetahui lima pertanyaan yang sering ia utarakan dalam hidupnya.
‘Apakah cinta itu? Apakah hidup ini adil? Apakah kaya adalah segalanya? Apakah kita memiliki pilihan hidup? Apakah makna kehilangan?’
           
             Rembulan Tenggelam di Wajahmu, merupakan dunia fantasi yang dibuat oleh Tere Liye tentang perjalanan hidup. Dimana hanya ada satu rumus dalam hidup, semua urusan ini adalah sederhana. Cerita dikemas dengan alur kilas balik. Tampaknya Tere Liye sangat menyukai plot ini. 

             Kita sering bertanya dalam hidup, kenapa sih aku gak lulus masuk universitas A? Kenapa aku ga bisa pergi sesukaku? Kenapa aku harus ketemu sama orang yang menyebalkan kayak dia? Kenapa aku harus tinggal disini? Kenapa harus aku ya Tuhan?
Mungkin masih banyak pertanyaan lainnya. Dan dalam novel ini, benar-benar menyentil banget soal pertanyaan itu. Tapi disertai jawaban dan penjelasannya. Waktu aku baca, aku benar-benar ngerasa buku ini ‘nampar banget’.  Soalnya selalu ada alasan dalam setiap kejadian. Well, emang banyak yang bilang selalu ada hikmah di balik semua yang terjadi. Tapi Tere Liye menjelaskannya lebih ngena kalau menurutku.
 


So, the story goes~~

            Rehan sudah lelah dengan hidupnya di Panti Asuhan dengan pemiliki panti yang culas. Dengan kepribadian sok suci di hadapan orang banyak dan bersikap biadap di depan anak-anak panti. Bapak pemilik panti itu tega mengambil semua uang dari donator untuk kepentingan pribadinya: naik haji!. Tak peduli uang itu miliknya bukan, yang penting ia dapat pergi ke tanah suci. Dan Rehan amat membencinya. Sering ia bertanya, mengapa harus di panti asuhan itu? Ada begitu banyak panti asuhan di kota tempat ia tinggal. Mengapa harus di sini? 

            Dan jawabannya adalah karena Diar. Teman sekamar Rehan di panti asuhan. Alasan Rehan ada di panti asuhan itu adalah karena Diar. Benar kata Tere Liye, hidup manusia penuh dengan sebab-akibat. Kehidupanmu memengaruhi kehidupan orang lain, bagai sekumpulan benang yang berpilin, indah, tidak rumit.

            Lalu ketika Rehan pergi dari panti asuhan yang baginya terkutuk itu, ia sempat tinggal di rumah singgah di luar kota. Disinilah pertanyaan Ray-yang mengganti namanya-Apakah hidup ini adil?

            Hal itu dikarenakan ketika semua sudah berjalan dengan baik dan lancar, ketika ia telah menemukan keluarga baru dan mulai menikmati hidupnya, tragedi itu lagi-lagi datang. Menghancurkan hidupnya seakan semua hanya mimpi. Ray terlibat perkelahian dengan preman pasar dan berbuntut panjang. Membahayakan keluarga barunya, sehingga Ray memutuskan pergi.

            Ray mulai lelah dengan hidupnya ketika ia bertemu dengan Plee dan diajak berkomplot untuk mencuri permata. Dan dari pertemuan dengan Plee lah, Ray mulai mengerti akan masa lalunya. Di bab ini diceritakan bahwa hidup benar-benar hanya selebar daun kelor dan takdir ternyata tak dapat dihindari. Plee dan Ray punya keterkaitan dalam hidup. Terutama di masa lalu.

            Dalam aksi pencuriannya Plee menyelamatkan Ray dan dihukum gantung. Ray tak sanggup menemui Plee di penjara dan Ray tak tahan ada di kota itu lebih lama lagi. Makai a pergi dengan naik kereta. Di kereta inilah, di gerbong makan, Ray melihat seorang gadis. Gadis yang amat elok dengan tatapan mata sendu memandang keluar jendela. Ah, Ray jatuh cinta rupanya.

            Ray bekerja sebagai buruh bangunan. Ternyata takdir baik kepada dirinya kali ini. Ia bertemu dengan gadis di gerbong kereta itu lagi. Ray mengikutinya ke rumah sakit. Melihatnya bercengkrama dengan anak-anak, mengantarnya pulang. Hanya Ray yang banyak bercerita. Gadis itu hanya diam. Hubungan mereka hanya sebatas itu. Tak lebih. Lalu ketika Ray diundang ke rumah gadis itu tiap malam Rabu dan malam Sabtu, pada pukul tujuh hingga sembilan malam. Dan rutinitas mereka hanya membuat pudding pisang bersama, memakannya dan Ray pulang. Hanya itu. Tak lebih.

            Lalu suatu hal yang mengerikan terjadi. Ray mengetahui sesuatu tentang gadis bergigi kelinci itu. Ray amat sakit hati. Namun pada akhirnya mereka menikah. Bagi mereka, pernikahan ini merupakan benar-benar lembaran hidup yang baru. Melupakan masa lalu mereka. Ah ya, saat-saat masa sulit, Ray suka melihat rembulan. Dan selama 3 tahun menikah dengan istrinya, Ray mulai lupa kebiasaannya itu. Namun, bukan hidup bila semua berjalan sesuai rencana …

            Istri Ray meninggal saat melahirkan. Menyedihkan. Mengapa begitu tega Tuhan mengambil istrinya? Kebahagiaan dalam hidupnya? Hidup Ray mulai hampa. Ia meniti bisnis dan ternyata hasilnya sangat sukses. Ray hidup sebagai pengusaha sukses dengan hati kosong. Ternyata kekayaan tidak bisa menghapus kehampaan dirinya.

            Lalu Ray mulai sakit-sakitan. Ia sendiri, tak punya sanak keluarga. Hanya Jo, asistennya yang setia menemaninya. Ray mulai lelah. Ia membiarkan takdir mempermainkannya. Ray sering bolak-balik masuk rumah sakit. Seminggu di rumah sakit, dua minggu di rumah lalu ia sakit lagi. Mengapa ia terus merasakan sakit yang berkepanjangan?

Well, semua punya alasannya dan itu semua berdampak pada hidup orang lain. Mungkin saja kita tidak lulus di universitas A agar kita masuk universitas B dan bertemu dengan teman kita yang sekarang. Mungkin karena kitalah ia berubah ke arah yang lebih baik. Who knows?

Epilognya amat misterius. Aku tidak tau apa pada akhirnya Ray melakukan hal yang disarankan oleh ‘orang itu?’ Ini membuat pembaca bertanya-tanya. Hhahah tapi aku cukup menyukainyya :3. Jadi ingin tau apa jawaban – jawaban untuk pertanyaan Ray? Check it out guys~
Read that amazing book :D   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cara Mengurus SKCK di Batam

Hello Fellas !! Ingin buat SKCK tapi bingung gimana caranya?  Yuk simak ceritaku dibawah ya! Aku bakal ceritain pengalaman aku mengurus Sura...