Selasa, 04 April 2017

1000 start-up medan

1000 Start-Up Medan

Tanggal 25 Maret 2017, ignition 1000 start-up diadakan. Dilihat dari antrian masuk yang membludak, bisa dikatakan seminar ini cukup berhasil menarik perhatian dan kemauan anak muda medan untuk menjadi entrepreneur termasuk cukup tinggi. Salut dengan acara ini, terutama dengan Bung Kamto yang dari parasnya saja kita tahu bahwa beliau adalah keturunan tionghoa tapi mendedikasikan dirinya untuk Indonesia. Bahkan pria berkepala plontos itu ingin dirinya dipanggil Bung, bukan koko.
Ignition kali ini diperuntukkan untuk mengubah pola pikir dari anak-anak muda di kota medan untuk tidak menjadi pegawai, tapi jadilah pengusaha. Indonesia akan menjadi negara yang maju dan tidak kalah dengan Singapura bila banyak pengusaha yang otomatis akan mengurangi pengangguran di Indonesia.
Hal yang paling saya ingat adalah jika ingin memulai start-up adalah jangan pernah berpikir untuk meraup keuntungan banyak di awal. Jangan pernah berpikir tentang uang di awal kita memulai start-up. Kita juga harus siap dengan penolakan, kita harus siap jatuh berkali-kali. Tapi bagi seorang entrepreneurship, setiap satu kegagalan, berarti kita sudah lebih baik dari sebelumnya. Dengan syarat, kita jatuh ke depan yang artinya, kegagalan kita memberikan banyak pelajaran berarti.
Memulai start-up berarti kita membantu untuk menyelesaikan masalah yang ada. Ingat gojek? Seiring dengan berkembangnya zaman, kita bisa memesan transportasi dari rumah. Aman, murah, cepat dan memuaskan. Permasalahan simpel, missal dengan banyaknya lahan-lahan kosong milik perorangan yang tidak dibangun apapun diatasnya, sementara di sisi lain ada beberapa petani yang tidak punya lahan dan terpaksa bekerja di lahan orang lain, ditambah lagi pasokan makanan yang permintaannya semakin tinggi, membuat iGrow muncul. Menghubungkan antara petani dan pemilik lahan, sehingga permasalahan tersebut terselesaikan.
Atau mengingat banyaknya kebutuhan darah di rumah sakit, tetapi PMI pun kerap kali kekurangan darah, makan terbentuklah reblood. Menghubungkan mereka yang ingin menyumbangkan darah bekerja sama dengan PMI. Bahkan reblood yang berasal dari kota Surabaya ini sangat didukung gerakannya oleh Bu Risma, walikota Surabaya. Reblood bahakan sudah bekerja sama dengan Disney Indonesia dengan memberikan voucher nonton film Disney bagi yang mendonorkan darah mereka selama promo masih ada. Benar-benar kerja keras tidak akan mengkhianati hasil.
Untuk memulai start-up, terutama dengan tim, kita harus benar-benar komitmen. Pengalaman dari pendiri reblood, yang awalnya berjumlah 5 orang, kompak, namun kita semua pasti tau untuk merintis seuatu di awal pasti sangat sulit, menyisakan satu orang. Carilah tim yang benar-benar mempunyai visi dan misi yang sama, carilah orang yang benar-benar berkomitmen penuh dengan apa yang akan dibangun dan carilah mereka yang dapat dipercaya dan memiliki jiwa tahan banting. Untuk memulai start-up, kita juga harus menyiapkan target pasar serta menonjolkan ciri khas produk atau jasa yang kita jual.
Dan yang paling berkesan adalah kutipan yang dibagikan di ignition, berbunyi kira-kira begini “Lebih baik mendapat 100 konsumen dan bahagia, daripada mendapat lebih dari 100 tapi tidak semua bahagia”

Kamis, 12 Januari 2017

Rembulan Tenggelam di Wajahmu


 
            Bercerita tentang seorang anak dari panti asuhan bernama Rehan yang memiliki kesempatan untuk mengetahui lima pertanyaan yang sering ia utarakan dalam hidupnya.
‘Apakah cinta itu? Apakah hidup ini adil? Apakah kaya adalah segalanya? Apakah kita memiliki pilihan hidup? Apakah makna kehilangan?’
           
             Rembulan Tenggelam di Wajahmu, merupakan dunia fantasi yang dibuat oleh Tere Liye tentang perjalanan hidup. Dimana hanya ada satu rumus dalam hidup, semua urusan ini adalah sederhana. Cerita dikemas dengan alur kilas balik. Tampaknya Tere Liye sangat menyukai plot ini. 

             Kita sering bertanya dalam hidup, kenapa sih aku gak lulus masuk universitas A? Kenapa aku ga bisa pergi sesukaku? Kenapa aku harus ketemu sama orang yang menyebalkan kayak dia? Kenapa aku harus tinggal disini? Kenapa harus aku ya Tuhan?
Mungkin masih banyak pertanyaan lainnya. Dan dalam novel ini, benar-benar menyentil banget soal pertanyaan itu. Tapi disertai jawaban dan penjelasannya. Waktu aku baca, aku benar-benar ngerasa buku ini ‘nampar banget’.  Soalnya selalu ada alasan dalam setiap kejadian. Well, emang banyak yang bilang selalu ada hikmah di balik semua yang terjadi. Tapi Tere Liye menjelaskannya lebih ngena kalau menurutku.
 


So, the story goes~~

            Rehan sudah lelah dengan hidupnya di Panti Asuhan dengan pemiliki panti yang culas. Dengan kepribadian sok suci di hadapan orang banyak dan bersikap biadap di depan anak-anak panti. Bapak pemilik panti itu tega mengambil semua uang dari donator untuk kepentingan pribadinya: naik haji!. Tak peduli uang itu miliknya bukan, yang penting ia dapat pergi ke tanah suci. Dan Rehan amat membencinya. Sering ia bertanya, mengapa harus di panti asuhan itu? Ada begitu banyak panti asuhan di kota tempat ia tinggal. Mengapa harus di sini? 

            Dan jawabannya adalah karena Diar. Teman sekamar Rehan di panti asuhan. Alasan Rehan ada di panti asuhan itu adalah karena Diar. Benar kata Tere Liye, hidup manusia penuh dengan sebab-akibat. Kehidupanmu memengaruhi kehidupan orang lain, bagai sekumpulan benang yang berpilin, indah, tidak rumit.

            Lalu ketika Rehan pergi dari panti asuhan yang baginya terkutuk itu, ia sempat tinggal di rumah singgah di luar kota. Disinilah pertanyaan Ray-yang mengganti namanya-Apakah hidup ini adil?

            Hal itu dikarenakan ketika semua sudah berjalan dengan baik dan lancar, ketika ia telah menemukan keluarga baru dan mulai menikmati hidupnya, tragedi itu lagi-lagi datang. Menghancurkan hidupnya seakan semua hanya mimpi. Ray terlibat perkelahian dengan preman pasar dan berbuntut panjang. Membahayakan keluarga barunya, sehingga Ray memutuskan pergi.

            Ray mulai lelah dengan hidupnya ketika ia bertemu dengan Plee dan diajak berkomplot untuk mencuri permata. Dan dari pertemuan dengan Plee lah, Ray mulai mengerti akan masa lalunya. Di bab ini diceritakan bahwa hidup benar-benar hanya selebar daun kelor dan takdir ternyata tak dapat dihindari. Plee dan Ray punya keterkaitan dalam hidup. Terutama di masa lalu.

            Dalam aksi pencuriannya Plee menyelamatkan Ray dan dihukum gantung. Ray tak sanggup menemui Plee di penjara dan Ray tak tahan ada di kota itu lebih lama lagi. Makai a pergi dengan naik kereta. Di kereta inilah, di gerbong makan, Ray melihat seorang gadis. Gadis yang amat elok dengan tatapan mata sendu memandang keluar jendela. Ah, Ray jatuh cinta rupanya.

            Ray bekerja sebagai buruh bangunan. Ternyata takdir baik kepada dirinya kali ini. Ia bertemu dengan gadis di gerbong kereta itu lagi. Ray mengikutinya ke rumah sakit. Melihatnya bercengkrama dengan anak-anak, mengantarnya pulang. Hanya Ray yang banyak bercerita. Gadis itu hanya diam. Hubungan mereka hanya sebatas itu. Tak lebih. Lalu ketika Ray diundang ke rumah gadis itu tiap malam Rabu dan malam Sabtu, pada pukul tujuh hingga sembilan malam. Dan rutinitas mereka hanya membuat pudding pisang bersama, memakannya dan Ray pulang. Hanya itu. Tak lebih.

            Lalu suatu hal yang mengerikan terjadi. Ray mengetahui sesuatu tentang gadis bergigi kelinci itu. Ray amat sakit hati. Namun pada akhirnya mereka menikah. Bagi mereka, pernikahan ini merupakan benar-benar lembaran hidup yang baru. Melupakan masa lalu mereka. Ah ya, saat-saat masa sulit, Ray suka melihat rembulan. Dan selama 3 tahun menikah dengan istrinya, Ray mulai lupa kebiasaannya itu. Namun, bukan hidup bila semua berjalan sesuai rencana …

            Istri Ray meninggal saat melahirkan. Menyedihkan. Mengapa begitu tega Tuhan mengambil istrinya? Kebahagiaan dalam hidupnya? Hidup Ray mulai hampa. Ia meniti bisnis dan ternyata hasilnya sangat sukses. Ray hidup sebagai pengusaha sukses dengan hati kosong. Ternyata kekayaan tidak bisa menghapus kehampaan dirinya.

            Lalu Ray mulai sakit-sakitan. Ia sendiri, tak punya sanak keluarga. Hanya Jo, asistennya yang setia menemaninya. Ray mulai lelah. Ia membiarkan takdir mempermainkannya. Ray sering bolak-balik masuk rumah sakit. Seminggu di rumah sakit, dua minggu di rumah lalu ia sakit lagi. Mengapa ia terus merasakan sakit yang berkepanjangan?

Well, semua punya alasannya dan itu semua berdampak pada hidup orang lain. Mungkin saja kita tidak lulus di universitas A agar kita masuk universitas B dan bertemu dengan teman kita yang sekarang. Mungkin karena kitalah ia berubah ke arah yang lebih baik. Who knows?

Epilognya amat misterius. Aku tidak tau apa pada akhirnya Ray melakukan hal yang disarankan oleh ‘orang itu?’ Ini membuat pembaca bertanya-tanya. Hhahah tapi aku cukup menyukainyya :3. Jadi ingin tau apa jawaban – jawaban untuk pertanyaan Ray? Check it out guys~
Read that amazing book :D   

Cara Mengurus SKCK di Batam

Hello Fellas !! Ingin buat SKCK tapi bingung gimana caranya?  Yuk simak ceritaku dibawah ya! Aku bakal ceritain pengalaman aku mengurus Sura...