Kamis, 01 Desember 2016

Daun Yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

Haloooooo  

ini awal bulan desember.
Bulan di penghujung tahun!

Baiklah selama satu bulan ini aku ingin berbagi cerita mengenai buku-buku yang sudah aku baca.
there's sooo many. 

Here we goooo~~~~


Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin

“Dia akan selalu menjadi orang yang paling aku hormati setelah Ibu. Selalu.”
            
        Begitulah janji Tania, seorang gadis yang waktu itu berumur tujuh tahun kepada dirinya sendiri untuk selalu menghormati Om Danar yang membantu hidup dirinya. Mengangkat ia, adiknya dan ibunya dari jurang kemiskinan. Membuat ia dan adiknya, Dede bisa mengecap pendidikan.

     Buku ini menceritakan Tania dan Dede, dua orang kakak beradik pengamen jalanan yang kemudian bisa hidup lebih baik karena takdir mempertemukannya dengan Om Danar. Om Danar membantu pendidikan dan hidup mereka ke arah yang lebih baik. Kehidupan mereka berjalan sempurna, ibu Tania berjualan kue, mereka tidak perlu mengamen dan tinggal di rumah kardus lagi. Namun, bukan hidup bila tidak ada masalah. Ibu mereka sakit dan meninggal. Akhirnya mereka tinggal dengan Om Danar.
         
       Kisah cinta yang diceritakan dalam buku ini cukup membuat penasaran. Ya, Kisah cinta Tania yang beranjak dewasa. Mungkin kita bisa menebak siapa yang dicintai Tania. Namun di tengah bab kita akan dibuat bingung dengan kejadian yang tak terduga dan bertanya-tanya "Mengapa?" mungkin itu yang ada di kepala saat kita membacanya.
           
        Cerita ini menggunakan plot maju-mundur. Dimana kita terkadang dibawa ke masa lalu dan ke masa sekarang. Bahasa yang digunakan cukup lembut dan puitis. Dari judulnya saja sudah terasa. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari buku ini. Yaitu tentang sabar, pantang menyerah, memendam perasaan dan melepaskan. Tentang bahwa cinta memang tak selamanya harus memiliki. Tentang betapa pentingnya kita jujur pada perasaan diri sendiri. Tentang betapa indahnya jatuh cinta, karena setiap tindakan kecil dari yang dicintai membawa efek amat besar dalam kehidupan. Tentang menerka-nerka perasaan dia yang kita cinta. 
         
          Namun sayangnya aku tidak terlalu mengerti dengan bagian akhirnya (atau mungkin aku yang tidak mengerti? :p)  Mengapa Ibunya bisa tau? Darimana? Dan mengapa Danar bersikap begitu.
          
         Terlepas dari itu semua, ini merupakan buku Tere Liye yang pertama kali aku baca dan sudah cukup membuatku untuk jatuh cinta dan penasaran dengan karya-karya beliau yang lain. 

Jadi, uda penasaran belum dengan sedikit bocoran dariku?
check it by urself then!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cara Mengurus SKCK di Batam

Hello Fellas !! Ingin buat SKCK tapi bingung gimana caranya?  Yuk simak ceritaku dibawah ya! Aku bakal ceritain pengalaman aku mengurus Sura...